Bijak Dengan Antibiotik

Antibiotik adalah obat untuk membunuh infeksi bakteri. ANTIBIOTIK TIDAK DAPAT MEMATIKAN VIRUS.

After their discovery in the early 20th century, they transformed medical care and dramatically reduced illness and death infectius diseases. Indeed, antibiotics are among the most powerful and important medicines known because when they are used properly, they can save lives.

Antibiotics = Against Life. Artinya antibiotik adalah suatu zat yang sifatnya mematikan kehidupan dalam hal ini, mematikan kuman.

Berdasarkan konsep “against life” tersebut, beberapa ahli menyatakan bahwa penggunaan antibiotik dapat dikatakan sebagai penggunaan PESTISIDA bagi manusia (pesticide used on people).

 

APA BAHAYA PEMBERIAN ANTIBIOTIK YANG BERLEBIHAN ?

Setelah pemakaian antibiotik selama beberapa dekade, ternyata bermunculan banyak bakteri yang resisten (kebal) terhadap antibiotik. Hal ini membuktikan bahwa pemakaian antibiotik yang tidak rasional / berlebihan, justru akan merugikan pasien dan khalayak luas. Antibiotik merupakan satu-satunya obat yang memiliki dampak sosial yang besar.

Contoh. Anak X sering memakan antibiotik setiap kali demam atau pilek.batuk, diare. Cepat atau lambat, kuman-kuman di sekitar X menjadi kebal terhadap berbagai antibiotik.  Bila kuman yang resisten terhadap antibiotik tersebut menyerang anak Y, maka anak Y otomatis juga turut dirugikan, bukan hanya anak X.

Antibiotic resistance dapat membahayakan jiwa dan memperberat kondisi dan penderitaan si pasien yang mungkin infeksinya sebenarnya tidak berat tetapi kumannya tidak dapat dibunuh oleh berbagai antibiotik (padahal sebelumnya, infeksi kuman ini dengan mudah dapat diatasi). Kuman yang kebal terhadap antibiotik ini berkembang biak dengan cepat, menyerang anggota keluarga lainnya, tetangga, teman sekolah, teman kerja, mengancam seluruh komunitas. Lingkungan terancam infeksi oleh kuman jenis baru, yang sudah berubah bentuk, yang lebih ganas, kuman yang sulit dibunuh oleh antibiotik.

 

MASALAH ANTIBIOTIK

Pemberian antibiotik yang berlebihan menyebabkan kuman yang tidak terbunuh mengubah diri (mutasi) menjadi kuman yang tidak mempan dilawan dengan antibiotik. Kuman itu disebut juga “superbugs”. Superbugs ini juga dapat lolos dari serangan sistem imun tubuh kita, karena perubahan dirinya. Sistem imun tubuh kita tidak mengenalinya.

Superbugs ini memerlukan antibiotik yang jauh lebih kuat, pasien harus dirawat di rumah sakit karena antibiotik harus diberikan melalui selang infus. Antibiotik super kuat ini berisiko menimbulkan efek samping yang lebih berat. Selain itu dalam waktu cepat, bakteri tersebut juga menjadi kebal terhadap antibiotik yang super kuat. Pada kondisi ini, tenaga medis / dokter seperti berlari di treadmill, terus mengejar, mencari antibiotik yang lebih kuat dan lebih baru.

Dampak negatif kedua dari pemberian antibiotik yang berlebihan dan tidak bijak adalah terbunuhnya “kuman baik” di dalam tubuh kita. Tempat yang semula dipakai oleh kuman-kuman ini menjadi vakum dan kekosongan ini diisi oleh kuman “jahat” atau jamur. Kondisi infeksi ini disebut sebagai “superinfection”.

Semakin lama/sering makan antibiotik semakin besar risiko terbentuknya superbugs, dan superinfection. Akibatnya semakin sering kita mengkonsumsi antibiotik, SEMAKIN SERING KITA SAKIT.

Antibiotik adalah sumber alam,  karunia Tuhan yang harus dipergunakan secara bijaksana.

 

BIJAK DENGAN ANTIBIOTIK

Penelitian membuktikan setiap harinya, telah diresepkan jutaan antibiotik bagi pasien infeksi virus.  Suatu kekeliruan yang sangat besar. Beberapa alasannya:

  • Pasien  meminta obat yang cespleng – apa saja – termasuk antibiotik kalau perlu antibiotik yang superkuat.
  • Bagi dokter, jauh lebih mudah menulis resep dibandingkan harus bersusah payah memberi penjelasan, menenangkan orang tua.

Pada tabel tertera beberapa kondisi yang umumnya disebabkan infeksi virus dan tidak memerlukan antibiotik.

ILLNESS

ANTIBIOTICS ?

Cold – Flu No
Runny nose – green yellow No
Sore throat * No
Sinusitis* No, some yes
Bronchitis* No
Fluid in the middle ear No

 

PASIEN PINTAR

Selalu pertanyakan: Does MY child really need the drug?

Hal lain yang selanjutnya perlu dilakukan adalah:

  • Hitung jumlah obat yang diberikan kepada anak.

Bila dalam bentuk puyer, hitung jumlah baris dipuyer – yang mencerminkan jumlah obat (bila bingung, tanya ke ahli farmasinya).

  •  Selalu membuat foto kopi resep dan diarsip dengan baik.

Konsultasi ahli farmasi. Tanyakan obat apa saja (minta agar ditulis nama obat satu persatu), apa mekanisme kerja obat-obat tersebut, apakah ada antibiotik, berapa antibiotik yang diberikan, bagaimana interaksi obat sebanyak itu.

  • Beritahu dokter bila anak anda sedang mengkonsumsi produk herbal, suplemen, obat tradisional.

Obat-obataan tersebut mungkin saja berinteraksi dengan zat-zat tambahan tersebut.

 

INTINYA :

1.   Hindarkan polifarmasi – mengkonsumsi obat sesedikit mungkin.

2.  Antibiotik bukan “magic saver. Hanya keadaan tertentu saja yg memerlukan antibiotik. Dan Mayoritas penyakit pada anak – disebabkan oleh infeksi virus, yg sama sekali tdk membutuhkan antibiotik.

(Original article written by Dr. Purnamawati S Pujiarto, SpAK, MMPed)

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *