Inisiasi Menyusui Dini (IMD)

Bayi yang berumur kurang dari satu jam sudah memiliki survival instinct. Hal ini diketahui karena tidak sampai satu jam setelah kelahiran, tanpa dibantu oleh siapapun, bayi tersebut berhasil menemukan puting susu ibunya, dan melahap ASI.

Menurut ahli, pada jam pertama bayi dilahirkan, ia memiliki insting untuk membawanya mencari puting susu ibunya. Perilaku bayi ini dikenal sebagai inisiasi menyusui dini (IMD), yaitu perilaku bayi yang menyusui langsung setelah ia dilahirkan.

Manfaat melakukan inisiasi dini, antara lain :

1. ASI pertama yang didapatkan bayi dari payudara ibu mengandung kolostrum (cairan khusus yang berwarna putih kekuningan). Kolostrum mengandung sejumlah anti bodi, yang disebut sebagai secretory immunoglobulim A (IgA). Kolostrum berfungsi sebagai anti bodi alami untuk perlindungan agar bayi tidak mudah sakit.

2. Dengan melakukan inisiasi, proses melakukan ASI ekslusif lebih mudah karena ibu lebih mudah terstimulus dalam menyusui. Bayi yang menyentuh dada ibu membuat ibu mendapat rangsangan sensorik yang kemudian memerintah otak untuk memproduksi hormon oksitosin dan prolaktin.

3. Bayi yang diberi kesempatan menyusui dini, masa menyusunya dua kali lebih lama dibandingkan yang tidak inisiasi.

4. Bayi yang dibiarkan berkontak langsung dengan ibunya akan mengalami penurunan hormon stres sehingga bayi menjadi lebih tenang. Pernafasan dan detak jantung bayi lebih stabil. Sebaliknya, bayi yang dipisahkan dengan ibunya saat lahir akan meningkatkan 50% hormon stres, sehingga kekebalan dan daya tahan tubuhnya menurun.

5. Kematian bayi di bawah umur 28 hari dapat diselamatkan.

 

Namun banyak yang belum mengetahui bahwa inisiasi dini perlu dilakukan. Banyak rumah sakit yang belum melakukan hal tersebut. Ibu berhak meminta kepada dokter atau bidan yang menangani persalinan agar proses inisiasi dini dilakukan.

Untuk melakukan inisiasi, dilakukan beberapa tahap, di antaranya :

1. Ajak suami atau keluarga untuk mendampingi saat prosespersalinan tiba.

2. Usahakan tidak menggunakan obat kimiawi dalam menolong ibu yang melahirkan.

3. Ibu diperbolehkan untuk menentukan cara dan posisi melahirkan.

4. Keringkan bayi secepat mungkin, tanpa menghilangkan vernix pada kulit bayi.

5. Letakkan bayi dengan posisi tengkurap di dada atau di perut ibu. Selimuti keduanya. Jika perlu, pakaikan topi pada bayi.

6. Biarkan bayi mencari sendiri puting susu ibunya. Ibu dapat merangsang bayi dengan melakukan gerakan lembut. Ibu boleh mendekatkan puting pada bayi, namun jangan memaksakan.

7. Biarkan bayi berada dalam posisi kulit bersentuhan dengan kulit ibu hingga proses menyusui pertama selesai.

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *