Mengatasi Bayi Kolik

Kolik infantil bisa terjadi dan dialami sekitar 20% bayi berumur 2 minggu sampai 4 bulan. Penyebab pasti kolik memang belum bisa diketahui. Umumnya, kolik dihubungkan dengan gangguan sistem pencernaan bayi yang belum sempurna. Ada pula yang menghubungkan kolik dengan temperamen anak. Bayi temperamental akan sangat sensitif dan segera bereaksi (tentunya dengan menangis), jika ada perubahan di lingkungannya.

Tangis kolik ini bisa saja terjadi pada pagi, siang, sore atau malam. Tapi, kebanyakan bayi mengalami kolik pada malam hari. Yang paling membuat bingung orang tua, selain tangisnya lama, bayi yang mengalami kolik seringkali tampak seperti kesakitan. Bagaimana tidak, sambil menangis, kakinya ditarik ke arah perut, kepalanya bergerak-gerak, wajahnya kemerahan, dan biasanya disertai buang angin (kentut).

Kolik infantil sebenarnya bukan penyakit yang membahayakan. Jadi, jika si kecil mengalami kolik, anda tidak perlu segera membawanya ke dokter. Selain itu, belum tentu bayi menangis karena kolik. Ya, siapa tahu, dia menangis karena :
• Lapar atau haus.
• Lelah
• Kesepian (bayi biasanya sangat suka dipeluk dan akan menangis jika merasa sendirian).
• Kaget
• Kedinginan atau kepanasan
• Mengantuk
• Popoknya basah atau kotor, karena buang air besar atau kecil.
• Ada ruam di bokongnya

Biasanya, jika hal tersebut tidak ditemukan, kita boleh menganggap bahwa si kecil mengalami kolik. Sekalipun begitu, jika anda masih tetap cemas dengan keadaan si kecil dan khawatir tangisan tersebut merupakan gejala dari suatu penyakit tertentu, maka segeralah bawa si kecil ke dokter. Jika dokter juga tidak menemukan penyebab apa pun, biasanya dokter pun akan mengatakan bahwa bayi anda memang mengalami kolik.

Kuncinya Tetap Tenang

Sampai sekarang, belum ada obat yang pas untuk langsung menyembuhkan kolik. Tapi, cara berikut ini bisa anda coba untuk menenangkan si kecil.
• Gendong sambil elus-elus punggungnya, agar ia bersendawa.
• Gendong sambil diayun perlahan, agar ia merasa aman dan nyaman.
• Dekap ke dada anda, agar ia merasa hangat.
• Jika kulitnya agak dingin, kenakan sarung tangan, kaus kaki dan selimut.
• Bersikaplah tenang (ini yang paling penting), kalau panik bayi akan makin rewel.

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *