Demam (Penyakit Pada Anak dan Cara Mengatasinya)

sick-child

Demam adalah alasan terbanyak orangtua membawa anaknya ke dokter. Apalagi jika orangtua tidak memiliki ilmu yang cukup mengenai demam, penyebab demam & tata cara merawat anak demam.

Bahayakah demam itu ? Burukkah demam itu ?

Tidak ada sesuatu yang 100% buruk atau 100% baik. Demikian juga dengan demam. Tubuh kita diciptakan oleh Tuhan dengan dilengkapi mekanisme pengaturan yang canggih, termasuk mekanisme pengaturan suhu. Di otak kita terdapat termostat bernama hipotalamus yang mengatur mekanisme ini. Tepatnya terdapat pusat pengaturan suhu disebut juga SET POINT. Pengatur suhu tubuh ini akan memastikan tubuh kita senantiasa pada suhu konstan (sekitar 37C) .

Demam adalah kondisi dimana otak (melalui Set Point) memasag suhu diatas setting normal yaitu > 38C. Namun demikian demam yang sesungguhnya adalah bila suhu > 38.5C. Akibat kenaikan setting suhu tubuh tsb, maka tubuh akan memproduksi panas melalui tahapan : menggigil hingga mencapai suhu puncak, suhu demam stabil, suhu mulai turun.

Bagaimana dan mengapa timbul demam ?

Peningkatan suhu tubuh ini disebabkan oleh beredarnya molekul kecil dalam tubuh, yaitu PIROGEN – suatu zat pencetus panas.

Apa yang menyebabkan terjadinya peningkatan pirogen ?

Penyebabnya antara lain : infeksi, radang, alergi, Teething, dll. Pada saat terserang infeksi, sistem imun tubuh kita akan membasmi infeksi tsb dengan serangan leukosit (sel darah putih). Agar tugas leukosit tsb efektif dan tepat sasaran, dibutuhkan dukungan banyak pihak termasuk pirogen, yang bertugas :

  1. Mengerahkan sel darah putih (leukosit)
  2. Menimbulkan demam yang akan membunuh virus. Karena virus tidak dapat hidup di suhu tinggi. Sementara itu virus akan tumbuh subur di suhu rendah.

 

DEMAM

1. Demam bukan penyakit, namun merupakan alarm bahwa telah terjadi sesuatu yang sedang terjadi di dalam tubuh. Pikirkan penyebabnya bukan mematikan alarmnya. (Bila terjadi kebakaran dan alarm kebakaran berbunyi, kita tidak mematikan alarmnya kan, tapi mematikan apinya.)

2. Demam adalah suhu tubuh > 38,5C untuk waktu minimal 24 jam. Peningkatan suhu tuhuh ini disebabkan oleh beredarnya suatu molekul kecil di dalam tubuh kita yang disebut dengan pirogen (zat pencetus panas) yang meningkat pada saat infeksi, radang, alergi, teething dan lain-lain.

3. Sebagian besar demam pada anak disebabkan oleh infeksi. Selama infeksinya masih aktif, memang harus ada demam. Karena demam itu merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh kita untuk membasmi infeksi.

4. Tingginya demam tidak berarti penyakitnya semakin parah.

5. Gunakan termometer untuk mengukur suhu tubuh dengan akurat (jangan hanya mengandalkan perabaan).

Prinsip penanganan demam :

1. Jangan panik.

2. Amati perilaku anak.

3. Cegah dehidrasi dengan memberi ekstra cairan/minum.

4. Kompres dengan air hangat.

5. Ruangan dijaga agar tidak panas, pasang kipas angin. Anak memakai baju yang tidak tebal.

Jika demamnya tinggi, dapat diberikan obat penurun panas. Tujuan pemberian obat penurun panas bukan untuk menormalkan suhu tubuh, melainkan untuk sedikit menurunkan suhu serta membuat anak merasa agak nyaman.

Jangan berikan dua macam obat demam. Jangan campur asetaminofen dengan fenobarbital (luminal). Jangan berikan aspirin (asetosal/aspilet) pada anak < 12 tahun (meningkatkan resiko sindrom reye).

Sumeng-sumeng atau suhu antara 37,5 – 38C tidak perlu diberi obat demam, kecuali anak menangis kesakitan dan gelisah. Mengapa demikian? Karena virus subur dan marak di temperatur rendah.

Muntah-muntah merupakan bagian dari infeksi virus dan biasanya akan diikuti dengan diare. Meskipun muntah, tetap berikan minum 10 menit setelah muntah, sedikit-sedikit tapi sering. Jangan bingung bila anak menolak makan. Tawari makanan yang segar-segar, biarkan anak memilih mana yang ia sukai.

Perhatikan hal berikut :

  1. Selama infeksi masih berlangsung, memang harus ada demam.
  2. Demam merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh untuk membasmi infeksi.
  3. Prinsip utama adalah cari penyebab timbulnya demam. Dengan mengetahui sumber masalahnya, maka kita dapat bertindak secara rasional. Pada anak penyebab utamanya adalah infeksi virus.
  4. Beri minum lebih banyak dari biasanya.  Waspadai kemungkinan terjadinya komplikasi dehidrasi.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasi tatacara penanganan demam.  Berikut kondisi kapan orang tua harus menghubungi dokter :

v  Bila bayi berusia < 3 bulan dengan suhu tubuh > 38C

v  Bila bayi berusia 3 – 6 bulan dengan suhu tubuh > 38.3C

v  Bayi dan anak berusia > 6 bulan, dengan suhu tubuh > 40C

Konsultasikan juga dengan dokter jika terdapat kondisi berikut :

v  Demam sudah berlangsung 72 jam.

v  Sama sekali tidak mau minum atau sudah dehidrasi; Gelisah, muntah, diare

v  Iritabel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan

v  Tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan (lethargic)

v  Kejang; Kaku kuduk leher; Sakit kepala hebat

v  Sesak napas

v  Gelisah, muntah, diare  

MENGATASI DEMAM

Point-point utama yang harus diperhatikan selama merawat anak demam adalah :

  1. Mencari penyebab demam dan memperhatikan pola perilaku anak. Amati tingkah laku anak. Jika perilaku anak hampir sama seperti biasanya, maka kita tidak perlu khawatir. Karena pada dasarnya demam itu bukan hal yang membahayakan.
  2. Cegah dehidrasi. Demam akan meningkatkan penguapan cairan tubuh. Karenanya bayi dan anak beresiko mengalami dehidrasi. Berikan cairan lebih banyak. Berikan air, air sup, jus buah segar yang dicampur air, es batu, es krim. Bila muntah atau diare, berikan minuman elektrolit : pedialyte, oralit.
  3. Ruangan dijaga agar tidak panas, pasang kipas angin. Anak memakai baju yang tipis.
  4. Kompres air hangat atau berendam di air hangat.
  5. Biarkan anak memakan apa yang diinginkan. Jangan dipaksa. Hindarkan makanan berlemak, karena sulit dicerna oleh tubuh.
  6. Meskipun anak dianjurkan untuk tidak masuk sekolah, bukan berarti ia harus berada di tempat tidur seharian.
  7. Pemberian obat penurun panas mengikuti aturan berikut :

<102F (<38.3C) : Tidak perlu obat penurun panas, berikan ekstra cairan (minum banyak)

>102F (38.3C) : Beri obat penurun panas, kompres hangat

>104 (>40C) : Beri obat penurun panas, kompres hangat, hubungi dokter.

(Original article written by Dr. Purnamawati S Pujiarto, SpAK, MMPedEdited by Lulu to be used in Seminat PESAT 2)

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>