Konstipasi – Susah BAB (Penyakit Pada Anak dan Cara Mengatasinya)

baby-cry

Penyebab:

Penyebab utama biasanya pola perilaku, khususnya pola konsumsi makanan yang low-fiber, high-fat & high-sugar.

Pola makan kita dulu sarat dengan sayur dan buah (serat), sekarang beralih ke fast food yang bukan hanya rendah serat, tetapi juga tinggi garam dan lemak. Penyebab lainnya adalah:

v  Kurang minum

v  Ignoring the urge (anak mengacuhkan rasa ingin buang air besar dan justru menahannya)

v  Kurang gerak/olah raga, banyak duduk

v  Penyakit: Hypothyroidism (kelenjar gondok kurang berfungsi, jarang, ada gejala lain sejak bayi seperti retardasi mental).

 

Gejala:

v  Sakit perut, melilit, mules, kembung

v  Nafsu makan menurun

v  Rewel

v  Celana dalam ada berkas tinja (Soiled underwear)

v  Tinja keras, tinja ada goresan/bercak darah (Large/blood streaked stools)

v  Sering buang air kecil

 

Cara Penanganan :

v  Minum banyak

v  Pola makan yang kaya serat

v  Lebih memperhatikan bowel’s habit dari anak.

v  Melatih anak akan kebersihan.

v  Berbicara & diskusi dengan anak.

 

Hubungi dokter jika terjadi hal berikut :

  • Tidak BAB > 10 hari
  • Sering / rutin mengalami konstipasi sejak lahir.
  • Aktivitas sehari-hari menurun.
  • Terdapat anal tears atau hemorrhoids
  • Sulit mengejan saat BAB
  • Ada darah di tinja
(Original article written by Dr. Purnamawati S Pujiarto, SpAK, MMPedEdited by Lulu to be used in Seminat PESAT 2)

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *