Tips Menjadikan Anak Cerdas Sejak Dini

mom-and-son

Memiliki anak cerdas merupakan dambaan semua orang tua. Namun tahukah Anda bahwa orang tua dapat mendidik anak agar kecerdasannya dapat dirangsang sejak masih dalam kandungan? Bahkan sejak masih janin, orang tua dapat melihat perkembangan kecerdasan anaknya. Di Bawah ini beberapa cara mendidik anak agar pintar dan cerdas bagi orang tua yang ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya.

Berikan ASI sejak lahir

Memberi ASI memberikan banyak keuntungan, termasuk kekebalan dan perlindungan dari penyakit. Tetapi tidak hanya itu, pemberian ASI juga mempengaruhi kecerdasan. Hasil penelitian menunjukkan, anak-anak usia 6,5 tahun yang diberi ASI semasa kecil memiliki skor IQ verbal 7,5 poin lebih tinggi dibanding anak-anak yang tidak diberi ASI. American Academy of Pediatrics merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama.

Bacakan aneka buku pengetahuan secara rutin

Kebiasaan membaca buku dapat menanamkan ikatan batin antara Anda dan si kecil. Membaca dapat menumbuhkan kecintaan anak pada buku, meningkatkan kemampuan kosa kata serta membantu mengembangkan keterampilan berbahasa. Pilih buku-buku sederhana dengan gambar dan warna yang menarik.

Cukupi kebutuhan gizinya

Nutrisi untuk otak, terutama DHA, terbukti berperan dalam perkembangan otak anak pada “periode emas”. Berikan konsumsi jenis makanan kelompok brain food, misalnya makanan sumber protein, untuk meningkatkan kemampuan berkonsentrasi, berpikir dan kewaspadaan.

Sarapan setiap pagi

Anak-anak yang memulai hari dengan sarapan sehat terbukti lebih mudah berkonsentrasi, lebih siap dan pada akhirnya mendapatkan nilai lebih tinggi. Siapa sangka, sarapan sederhana seperti sereal dan segelas jus dapat membantu anak Anda lebih berenergi dalam menjalani hari.

Jadi contoh yang baik

Anak akan meniru orang tuanya. Maka, orangtua wajib menjadi role model atau panutan terbaik bagi anak dalam seluruh aspek kehidupan sehari-hari. Tunjukkan minat Anda untuk selalu belajar dan menemukan hal-hal baru yang menarik dan kreatif bersama anak. Tunjukkan dan terapkan pola hidup sehat. Tunjukkan pula sikap menghargai serta empati kepada setiap anggota keluarga, orang lain, serta mahkluk hidup lain.

Bebaskan anak mengeksplorasi lingkungan

Lingkungan menjadi sarana luas bagi anak untuk belajar tentang berbagai macam hal. Eksplorasi di alam memicu anak aktif bergerak juga meningkatkan rasa ingin tahu anak terhadap berbagai aspek kehidupan. Dorong anak mengeksplorasi lingkungan yang baru dikenalnya, misalnya sambil menyusuri sungai ia belajar tentang sifat air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah.

Ikuti minat anak

Untuk menggali potensi luar biasa di dalam diri anak, beri dukungan penuh pada bidang-bidang yang disukai anak, kalau perlu ikut berlatih dan menjadi teman berlatih yang menyenangkan untuknya.

Ikut bermain bersama

Keterlibatan orang tua saat anak bermain dapat mengajarkan cara bermain yang seharusnya. Kegiatan ini juga akan membantu mempercepat proses belajar anak, mengembangkan potensi sosialnya, mengenali kemampuan atau bakat, minat, hingga kebutuhan emosionalnya.

Ajarkan anak bersosialisasi

Semua pengalaman emosional yang diperoleh anak akan mempengaruhi pembentukan jalinan antar sel-sel saraf pada otaknya. Anak butuh kesempatan bersosialisasi seluas-luasnya karena akan memperkaya pengalaman emosional anak, serta sarana untuk belajar mengekspresikan perasaannya. Masukkanlah anak ke preschool jika memang tersedia di dekat rumah Anda.

Berikan pujian atau apresiasi kepada anak

Jangan pernah lupa untuk menghargai si kecil ketika mereka merespon dengan cara yang benar, melakukan tindakan yang terpuji atau memiliki prestasi. Hargai mereka jika mereka berprilaku baik terhadap para tamu, Anda atau gurunya. Apresiasi dari orang tua dapat menanamkan rasa kepercayaan diri kepada anak.

Tidur yang cukup

Hal ini penting untuk anak-anak tidur setidaknya 8 jam setiap hari. Bila anak cukup tidur, mereka dapat aktif dalam kegiatan yang mereka lakukan. Dalam belajar juga anak akan menjadi lebih fokus sehingga anak lebih cepat menyerap pelajaran.

Belajar musik

Studi Universitas Toronto mengungkapkan, pelajaran musik dapat meningkatkan kemampuan otak anak-anak umur 6-11. Anak-anak yang ikut pelajaran musik mengalami peningkatan IQ paling besar.

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>