Memahami Gaya Meyusu Bayi

nursing-baby

Bayi memiliki gaya menyusu yang khas dan berbeda dengan bayi lainnya, meskipun bayi tersebut adalah kembar. Bunda perlu mengetahuinya, untuk mengurangi efek negatif dari gaya tersebut. Gaya menyusu mereka pun bisa berbeda-beda. Ada yang menyusu dengan tenang, ada yang malas-malasan dan ada yang sibuk bergerak atau menggeleng-gelengkan kepala.

Edith Jackson MD, seorang peneliti dari Yale University melakukan studi ini dengan mengamati ratusan bayi menyusu di rumah sakit universitas itu. Gaya menyusui ini telah diakui oleh American Academy of Pediatrics (AAP).

Berikut berbagai macam gaya menyusu bayi:

 

1. The Barracuda
Dikenal juga sebagai gaya “Hoover” atau “Little Vacuums.” Bayi mengenali aerola saat payudara dimasukkan ke dalam mulutnya, dan mengisapnya dengan penuh semangat selama 10 sampai 20 menit.

Tips menyusui: 
•    Usahakan mendapat  perlekatan payudara yang baik. Tipe Barracuda mungkin terlihat mudah ditangani, karena bayi sepertinya mengerti apa yang harus mereka lakukan. Tapi dengan gaya isapannya yang rakus, Anda harus memastikan perlekatan payudara sudah benar dan nyaman. Perlekatan yang baik adalah dagu bayi menempel pada payudara. Mulut bayi terbuka lebar, bibir bawah bayi berputar ke bawah, dan sebagian besar daerah puting areola payudara masuk ke mulut bayi. Jika perlekatan tidak benar, bayi bisa merusak payudara.
•    Selain itu, cobalah untuk mengganti posisi menyusui sesering mungkin. Cara ini untuk menghalangi bayi Anda membuat iritasi pada bagian yang sakit.

 

2. Terlalu Bersemangat
Seolah-olah dalam suasana yang hiruk-pikuk, bayi akan menangkap puting Anda dengan penuh semangat, tapi akan terlepas kembali, sehingga membuatnya menjerit . Bayi dengan gaya tipe ini perlu ditenangkan berulangkali selama menyusu.

Tips menyusui: 
•    Respon dengan cepat. Agar bayi tidak menjerit marah, cobalah menyusuinya ketika ia menunjukkan tanda-tanda siap menyusu. Sejumlah petunjuk bisa dikenali, misalnya: saat terbangun dari tidur, bayi Anda akan mencari-cari dengan mulutnya, meregangkan lengan dan kaki,  memasukkan  tangan ke mulut,  dan menggerakkan mulut atau lidah.
•    Prioritas menyusuinya. Jika bayi Anda terbangun karena lapar, segera berikan ASI. Jangan menunda dengan mengganti popoknya lebih dulu dan sebagainya. Biarkan dia menyusu, baru kemudian mengganti popok.
•    Cobalah menenangkannya agar bayi Anda bisa fokus. Caranya bisa dengan bergoyang, bersenandung dan lakukan kontak kulit dengannya. Apapun yang mengingatkannya dengan kehidupan di dalam rahim akan membantu bayi Anda tenang, seperti kehangatan, suara, gerakan dan kedekatan.

 

3. Si Penunda (Procrastinator)
Pada hari-hari pertama, tipe Penunda biasanya enggan menyusu. Ia lebih suka menunggu hingga ASI ibu tersedia. Biasanya kalau ia menyusu, waktunya hanya sebentar-sebentar. Si Penunda tampaknya tidak rewel, ia lebih banyak tidur dan jarang menangis. Namun Ibu harus memberinya banyak perhatian untuk  memastikan bayi mendapat nutrisi yang cukup. Tanda yang paling pasti untuk menilai kecukupan nutrisi bayi ASI adalah dengan melihat faeces-nya, yakni berwarna kuning terang.

Tips menyusui:
•    Usahakan menyusuinya lebih sering. Meski ia tidak menunjukkan tanda-tanda lapar, namun cobalah memberikan payudara Anda padanya setiap jam. Bisa jadi ia tertarik atau malah sebaliknya, tapi tak ada salahnya mencoba untuk memberinya kesempatan sekaligus melatihnya.

 

4. The Gourmet
Gourmets, juga dikenal sebagai Mouthers, yakni bayi senang bermain dengan puting payudara Ibu dan mencicipi ASI dulu sebelum benar-benar menyusu. Mereka tidak bisa diburu-buru saat disusui karena akan menjerit protes. Namun, jika ASI sesuai dengan seleranya, bayi tipe Gourmet akan menyusu dengan baik dan tenang.

Tips menyusui:  
•    Jangan terburu-buru, usahakan mencari waktu yang panjang dan tenang saat menyusuinya. Meskipun terkesan lama, namun saat bayi memainkan puting payudara, terjadi proses perangsangan hormon yang bertugas memproduksi ASI.
•    Usahakan perlekatan yang baik. Saat bayi mulai mengisap ASI, Anda mungkin membiarkannya, tanpa mengecek apakah perlekatannya sudah benar atau belum. Sebaiknya ulangi hingga perlekatan sempurna, sehingga bayi dan Ibu bisa sama-sama menikmati prosesnya. Sambil menyusuinya, Anda juga bisa rileks dengan membaca buku atau mendengarkan musik.

 

5. Rester
Gaya ini juga dikenal dengan ‘Nipper-Nappers’. Bayi yang memiliki gaya ini biasanya akan menyusu selama beberapa menit, lalu beristirahat dan mulai melanjutkan kembali. Terkadang ada bayi yang tertidur saat menyusu kemudian terbangun untuk menyusu kembali. Gaya menyusu ini memang bisa membingungkan sang ibu dan tidak bisa terburu-buru.

Tips menyusui:
•    Anda tidak perlu mengganti payudara setiap kali bayi berhenti menyusu, karena payudara akan memberikan tanda jika memang harus diganti atau sudah terasa penuh.
•    Anda juga bisa menggunakan tangan untuk memompa susu ke mulut bayi setiap kali bayi mulai melambat hingga terdengar suara bayi menelan.

 

Bisa saja bayi Anda tidak sesuai dengan tipe-tipe tersebut, namun Anda perlu memahami bagaimana gaya menyusu si kecil untuk mempermudah menyesuaikan diri dengan kebutuhan mereka. Bayi baru lahir biasanya membutuhkan waktu kurang lebih 10-20 menit tiap payudara, lalu disendawakan sejenak, setelah itu berganti dengan payudara yang lain untuk lanjut menyusu. Yang terpenting bukanlah lamanya bayi menyusu, namun tepatnya posisi pelekatan mulut bayi pada payudara ibu. (Sumber: familyguide Indonesia, Detik.com)

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *