Tips Tidak Marah Kepada Anak

Yelling

Kebanyakan Orang tua pernah memarahi buah hatinya, terutama ketika anak membuat kesalahan yang bisa membuat jengkel. Padahal, sering memarahi anak dengan membentaknya juga termasuk dalam bentuk kekerasan verbal yang bisa memengaruhi mental anak.

Kekerasan fisik seperti dipukul atau dicubit sambil dimarahi bisa berdampak buruk pada psikologis anak. Meskipun, ada juga kekerasan yang lebih bersifat psikologis misalnya tidak boleh nonton tv atau tidak memberi uang jajan tanpa alasan yang jelas.

Terbiasa dimarahi dan dibentak, membentuk pemikiran bahwa membentak, memukul dan tindak kekerasan lain adalah bentuk kasih sayang, akibatnya anak akan meniru hal tersebut dalam kesehariannya. Dia jadi mudah marah, sulit mengendalikan, emosi, dan suka teriak-teriak.

Jadi jangan sampai kita menjadikan anak-anak sebagai sasaran empuk rasa marah kita saat mereka melakukan beberapa kesalahan yang sebenarnya sederhana?  Bagaimana cara kita mempertahankan kesabaran dan tetap tenang meski rasa marah sudah memuncak?

Dengarkan Penjelasan Anak

Anak pasti punya alasan mengapa mereka berbuat sesuatu yang membuat Anda sampai berteriak. Daripada langsung marah, coba dengarkan dulu penjelasan mereka. Sambil si kecil menjelaskan, beri diri Anda waktu untuk menenangkan diri. Dengan begitu, keinginan Anda untuk langsung berteriak marah jadi berkurang.

Perbanyak Komunikasi

Bagaimana si kecil tahu dia tidak boleh melakukan sesuatu yang bisa membuat Anda marah kalau sebelumnya Anda belum memberitahu dia? Itulah mengapa komunikasi antara anak dan orangtua sangat penting. Beritahukan pada anak apa yang boleh dan sebaiknya jangan mereka lakukan.

Beri Contoh

Daripada berteriak, lebih baik ajarkan dan contohkan apa yang Anda ingin anak Anda lakukan. Kalau Anda ingin mereka membereskan mainannya, ajarkan bagaimana caranya, ajak untuk bersama-sama membereskan mainannya. Lakukan terus sampai anak Anda terbiasa untuk melakukannya.

Jangan Diambil Hati

Sikap anak-anak pada orangtuanya memang kadang sangat menyebalkan dan membuat Anda ingin berteriak. Tapi, namanya juga anak-anak, mereka belum belajar bagaimana bersikap sopan pada orangtua. Tidak perlu diambil hati sikap si kecil yang menyebalkan dan justru Anda harus mengajarinya cara bersopan santun pada orang lain.

Tarik Nafas Sebentar

Pernah mendengar istilah ‘Tarik nafas dalam-dalam kalau sedang marah’? Ternyata cara sederhana ini sangat efektif, untuk menenangkan diri Anda yang sedang marah dan ingin berteriak. Agar lebih tenang, tutup mata Anda dan tarik nafas dalam-dalam beberapa kali sampai Anda merasa keinginan untuk marah jauh berkurang.

Istirahat

Beristirahatlah sejenak dari rutinitas Anda. Me time adalah salah satu cara mengatasi marah yang dapat Anda coba. Hal ini berguna untuk mengembalikan kesegaran dan stamina Anda menghadapi anak-anak dan kehidupan keseharian Anda.

Minta Bantuan

Jika Anda sudah jenuh dan terlalu lelah, jangan ragu untuk meminta bantuan dari suami, orang tua, mertua atau rekan terdekat seandainya mereka bersedia menjaga anak Anda sementara Anda berisitirahat. Selain beristirahat Anda dapat berjalan-jalan atau berolah raga ringan agar kembali bugar dan membuang rasa marah jauh-jauh sebelum kembali bersama buah hati Anda.

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *