Bolehkah Bayi 0-6 Bulan Minum Air Putih?

Selain ASI, banyak orangtua memberikan air putih kepada si kecil yang masih berusia 0-6 bulan. Baik sehabis menyusui maupun di waktu-waktu lainnya. Padahal, sebagaimana direkomendasikan oleh Lembaga Kesehatan Dunia WHO, bayi membutuhkan asupan ASI eksklusif selama minimal enam bulan pertama kehidupannya. ASI eksklusif artinya bayi hanya mengonsumsi ASI, tidak mengonsumsi makanan atau minuman tambahan lain. Bila kondisi Bunda atau bayi tidak memungkinkan untuk pemberian ASI eksklusif, maka berikanlah susu formula.

Berikut alasan mengapa bayi jangan diberi air putih jika usianya masih di bawah 6 bulan.

  • Risiko Kekurangan Gizi

Jika bayi yang disusui dengan ASI ekslusif meminum air putih, dia bisa berhenti menyusu sebelum waktunya dan hal ini bisa menyebabkan kekurangan gizi. Minum air putih akan membuat perut bayi terasa penuh dan menunda rasa laparnya, sehingga memicu bayi untuk minum susu lebih sedikit daripada biasanya. Bunda pun akan merasakan imbasnya, yaitu jumlah air susu akan berkurang. Bunda tidak perlu khawatir bayi akan mengalami konstipasi (susah BAB) atau mengalami kerusakan ginjal jika tidak diberi minum air putih, karena ASI sudah mengandung 88% air dan segala macam nutrisi yang dibutuhkan bayi.

  • Infeksi Bakteri

Pemberian air putih pada bayi 0-6 bulan berisiko membuat bayi terinfeksi bakteri jika air yang dipakai tercemar, sehingga bayi dapat mengalami diare. Untuk bayi yang mengonsumsi susu formula, Bunda dianjurkan menggunakan air yang telah direbus hingga matang dengan suhu minimal 70° Celcius, lalu dinginkan sebelum disuguhkan. Bunda tidak dianjurkan untuk menggunakan air kemasan secara langsung, melainkan harus tetap dimasak terlebih dahulu.

  • Dapat Merusak Ginjal

Bahaya lain bila bayi diberi air putih yaitu merusak ginjal. Fungsi ginjal sebagai pengatur keseimbangan cairan di dalam tubuh belumlah sempurna pada bayi usia 0—6 bulan. Memang ginjal bayi sudah terbentuk, tapi belum berfungsi dengan baik. Hal ini bertahan hingga usia bayi 6 bulan. Ginjal mengatur keseimbangan cairan/elektrolit dalam tubuh, semisal natrium, kalsium, dan lainnya. Tapi jika kejadiannya saat kerja ginjal belum sempurna sudah diberi air putih, tubuh bayi akan kelebihan air atau “keracunan” air. Karena air yang masuk tidak bisa diseimbangkan dengan yang dikeluarkan.

Bagaimana jika bayi terpaksa minum air putih?

Meski air putih tidak baik untuk bayi berusia di bawah 6 bulan, ini bukan berarti ia sama sekali tidak minum air putih. Misalnya ketika bayi hendak minum obat yang berbentuk bubuk/puyer, air putih dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat puyer menjadi cair dan lebih mudah disuapkan ke mulut bayi. Walaupun sebenarnya, Bunda dapat menggunakan ASI untuk melarutkannya. Takaran air putih yang diperbolehkan untuk bayi di bawah 6 bulan adalah 2 ml, atau sekitar seperempat sendok teh, tidak lebih. Itupun jika benar-benar diperlukan. Dan jangan merebus air lebih dari satu kali atau terlalu lama, karena hal ini akan meningkatkan kadar mineral dalam air yang akan membahayakan kesehatan bayi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by wp-copyrightpro.com