Cara Mengatasi Tantrum Pada Anak

Hampir semua Ibu pernah mengalami anak yang sedang tantrum. Mengatasi anak yang kerap marah-marah, mengamuk, dan suka banting-banting barang bukanlah hal yang mudah. Terlebih bila tantrum itu terjadi ketika sedang berada di luar rumah atau tempat umum atau di saat Anda sedang disibukkan oleh sesuatu, maka tekanan yang Anda rasakan pasti akan semakin besar.

Penyebab Tantrum pada Anak

Bagi sebagian balita, tantrum pada anak hanyalah cara mereka untuk keluar dari sebuah masalah. Misalnya saja, dengan berteriak-teriak maka Anda akan membelikannya mainan, itu berarti dengan ‘amukannya’ maka Anda akan menuruti keinginannya, dan lain sebagainya. Tantrum pada anak akan lebih cepat terjadi saat sang anak merasa kelelahan atau kelaparan.

Penyebab tantrum pada anak adalah ketika ia menginginkan sesuatu namun tidak dapat mengungkapkannya, hal ini disebabkan karena kemampuan bahasanya yang belum bisa memahami kalimat yang kompleks. Mereka hanya mampu mengungkapkan beberapa kata di dalam pikirannya. Sehingga mereka mengamuk untuk mengutarakan apa maksudnya. Biasanya orangtua terpaksa memenuhi keinginan anak. Dan jika dibiarkan, hal itu akan menjadi kebiasaan buruknya.

Cara Mengatasi Tantrum

Tantrum biasanya terjadi pada anak balita. Karena ketika kemampuan verbal dan kontrol fisik seorang anak sudah semakin membaik, sifat atau perilaku tantrum ini akan mereda dengan sendirinya. Namun, tentu saja, menangani tantrum tak bisa sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan, agar baik orangtua dan anak, sama-sama belajar terhadap situasi yang sedang dialami oleh si anak.

  • Bersikap tenang

Biarkan anak dengan perilaku tantrumnya. Orangtua sebaiknya menanggapi wajar perilaku anak tersebut. Diamkan saja, sambil pantau kondisi sekitar, pastikan anak aman dari bahaya. Anda harus tetap tenang dan tidak emosional. Beritahukan padanya, jika ia tenang maka Anda akan berbicara padanya tentang keinginannya. Sebagai orang dewasa, Anda jangan terpancing emosi saat anak Anda mengamuk atau marah-marah. Beri tahu bahwa yang ia lakukan itu tidak baik.

  • Jangan memukul anak

Saat anak Anda mengalami tantrum, janganlah memukulnya atau berteriak padanya. Memukulnya bukanlah pilihan yang tepat dan itu akan membuat tantrumnya menjadi lebih buruk lagi. Kunci menghadapi anak yang tantrum adalah sabar. Sabar merupakan salah satu bentuk komunikasi orangtua dengan anak, bentuk komunikasi ini akan lebih efektif dibanding marah maupun memberikan hukuman fisik. Anak belajar sabar melalui perilaku sabar yang ditampilkan orangtua.

  • Alihkan Perhatiannya

jangan langsung memenuhi keinginan anak saat sedang tantrum. Memenuhi keinginan anak saat itu tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan menimbulkan masalah baru. Anak kecil sangat mudah melupakan sesuatu dan tertarik pada hal baru. Manfaatkan hal ini untuk mengalihkan emosinya saat tantrum pada anak terjadi. Ada baiknya Anda mencari pengalihan seperti mainan yang sudah lama tidak dimainkan atau jajanan kesukaan untuk menghiburnya. Hal itu bisa membuatnya lupa dengan tantrumnya. Sangat penting bagi kita untuk tahu apa saja yang bisa mengalihkan perhatian anak.

  • Ajak bicara anak Anda

Mencari tahu apa yang membuatnya seperti itu adalah hal utama yang harus Anda lakukan untuk membantu meredakan tantrumnya. Berikan pelukan dan ajak anak bicara setelah tantrumnya reda. Anak-anak dapat berperilaku buruk karena mereka membutuhkan perhatian yang lebih. Untuk itu, Anda harus menunjukkan padanya bahwa Anda mencintai mereka dengan memuji perilakunya yang baik dan katakan pada mereka bahwa Anda tidak suka dengan perilakunya yang buruk.

  • Kompak dengan anggota keluarga lain

Beri pengertian orang sekitar, seperti suami, kakek dan nenek. Salah satu hal yang menggagalkan upaya kita mengatasi anak tantrum adalah tentangan dari kakek nenek, biasanya mereka akan langsung memenuhi kebutuhan anak bahkan cenderung memanjakan anak. Hal ini tentu saja tidak baik bila terus dilakukan. Beri penjelasan kepada orang tua, alasan mengapa kita membiarkan anak tantrum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by wp-copyrightpro.com