Cara Menyusui Bayi Yang Benar

Selamat ya bayi bunda baru lahir! Beberapa hari pertama setelah melahirkan merupakan masa yang penting bagi ibu dan bayi untuk belajar cara menyusui dengan benar agar bayi bisa mendapatkan suplai ASI yang cukup untuk hari-hari selanjutnya. Karena menyusui merupakan pilihan terbaik untuk mencukupi kebutuhan nutrisi bayi. Akan tetapi, bagi beberapa ibu tahap ini bisa terasa menakutkan. Anda mungkin takut salah, cemas bayi tidak bisa menyusui dengan lancar, atau jika ASI tidak keluar. Belum lagi kalau orang-orang di sekitar Anda terlalu banyak memberikan saran dan masukan soal bagaimana cara menyusui bayi yang paling tepat.

Pada kenyataannya, memberikan ASI itu sederhana. Begitu lahir, bayi sudah punya kemampuan untuk mengisap susu secara mandiri. Berikut beberapa langkah yang bisa bunda lakukan agar proses menyusui berjalan dengan lancar setelah bayi lahir.

  • Segera setelah bayi dilahirkan, hal terpenting adalah bayi mendapatkan IMD (Inisiasi Menyusui Dini), di mana bayi diletakkan di atas payudara sesegera mungkin untuk mencari payudara, karena insting untuk mengisap pada bayi sangatlah kuat pada saat baru dilahirkan. Lakukan kontak kulit dengan bayi. Pastikan tubuh bayi menempel betul dengan tubuh ibu.
  • Pastikan ibu dan bayi berada dalam kondisi rileks dan nyaman. Posisi kepala bayi harus lebih tinggi dibandingkan tubuhnya, hal ini dimaksudkan agar bayi lebih mudah menelan. Ibu dapat menyangga dengan tangan atau pun mengganjal dengan bantal. Kemudian, tempatkan hidung bayi sejajar dengan puting. Hal ini akan mendorong bayi membuka mulutnya.
  • Ketika bayi mulai membuka mulutnya dan ingin menyusu, maka dekatkan bayi ke payudara ibu. Tunggu hingga mulutnya terbuka dengan lebar dengan posisi lidah ke arah bawah. Jika bayi belum melakukannya, ibu dapat membantu bayi dengan dengan menyentuh lembut bagian atas bibir bayi.
  • Posisi pelekatan terbaik bayi menyusui yaitu mulut bayi tidak hanya menempel pada puting payudara, namun biarkan bayi memasukkan areola (seluruh bagian gelap di sekitar puting payudara ibu) ke dalam mulut bayi selebar mungkin. Pelekatan ini merupakan salah satu syarat penting dalam cara menyusui dengan benar.
  • Tanda bahwa pelekatan sudah baik yaitu ketika ibu tidak merasakan nyeri saat bayi menyusu dan bayi memperoleh ASI yang mencukupi. Ibu dapat mendengarkan saat bayi menelan ASI.
  • Jika ibu merasa nyeri, lepas pelekatan dengan memasukan jari kelingking ke arah gusi dan puting. Kemudian, coba lagi untuk pelekatan yang lebih baik. Setelah pelekatan sudah benar, umumnya bayi akan dapat menyusu dengan baik.
  • Kapan harus mulai berpindah payudara? Ibu dapat merasakan payudara akan menjadi lunak setelah bayi menyusu di satu payudara. Tindakan menyusui secara bergantian dapat mencegah payudara yang belum dipakai menjadi nyeri.
  • Ketika ibu ingin menyudahi atau berpindah ke payudara yang lain, letakkan satu jari ibu ke sudut bibir bayi, nanti di sini bayi akan melepaskan isapannya. Jangan tiba-tiba melepas mulut bayi atau menggeser payudara. Hal ini akan membuat bayi rewel dan akan sulit menyusui lagi nantinya.
  • Biarkan bayi mengatur sendiri seberapa cepat ia akan menyusui. Perlu diingat, tidak ada batasan waktu pasti saat menyusui, tergantung kebutuhannya. Umumnya dibutuhkan beberapa waktu untuk adaptasi ibu dan bayi agar proses menyusui berjalan lancar.
  • Setelah bayi Anda kenyang, tepuklah pelan-pelan di sekitar punggung bayi, biarkan bayi mengeluarkan sendawa.

Hal Penting Yang Harus Diperhatikan

  1. Kebanyakan rumah bersalin mengizinkan bayi tinggal menginap seruangan bersama ibunya. Ini merupakan suatu hal yang baik dan bisa memberi ibu dan bayi lebih banyak waktu untuk menciptakan ikatan khusus antara ibu dan bayi.
  2. Jika bayi ibu tidur di ruang terpisah sangatlah penting untuk memastikan bahwa para perawat tidak memberikan susu formula pada bayi saat tidur. Jika memungkinkan, mintalah agar bayi dibawa ke ibu untuk disusui pada saat ia terbangun bahkan pada waktu tengah malam.
  3. Jangan khawatir soal produksi ASI yang masih sedikit saat ini, hal ini wajar. Cairan bening pra-susu yang dikeluarkan payudara sesaat dan selama beberapa hari pertama setelah bayi lahir, yang dikenal sebagai kolostrum, kaya akan nutrisi dan antibodi yang bisa membantu melindungi bayi dari infeksi, dan sudah cukup untuk mencukupi kebutuhan nutrisi bayi hingga ASI matang mulai diproduksi beberapa hari setelah bayi lahir.
  4. Agar bayi nyaman menyusu, ibu sebaiknya menggunakan bra khusus menyusui yang memiliki kait atau kancing di bagian depan yang dapat dibuka. Bagi ibu, hal ini akan menghindari tersumbatnya saluran ASI. Untuk mencegah kebocoran ASI pada bra, ibu dapat menggunakan bantalan payudara (breast pad) yang diselipkan pada bagian depan bra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by wp-copyrightpro.com