Tiga Jenis ASI Yang Perlu Diketahui

ASI atau air susu ibu adalah makanan bayi yang terbaik untuk tumbuh kembangnya. ASI eksklusif diberikan pada bayi hingga usia bayi 6 bulan. Setelah 6 bulan, asupan bayi dilengkapi dengan MPASI atau makanan pendamping ASI.

ASI diproduksi oleh ibu menyusui untuk memenuhi semua kebutuhan nutrisi bayi dalam beberapa bulan pertama kehidupannya. Menurut waktu pengeluarannya, ASI pada masa laktasi dibedakan menjadi tiga jenis yaitu Kolostrum, ASI Transisi dan ASI Matur

Kolostrum
Kolostrum merupakan ASI yang pertama kali dikeluarkan oleh kelenjar payudara ibu ketika hari pertama hingga hari keempat. Kolostrum berwarna kekuningan atau krem. Kolostrum juga lebih kental dari ASI yang diproduksi nantinya. Kolostrum kaya akan protein, vitamin yang larut dalam lemak, mineral, dan immunoglobulin. Immunoglobulin adalah antibodi yang diberikan dari ibu ke bayinya dan memberikan imunitas pasif untuk bayi. Imunitas pasif melindungi bayi dari banyak penyakit bakteri dan virus.

Kandungan protein dalam Kolostrum lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan protein dalam susu matur. Jenis protein globulin membuat konsistensi Kolostrum menjadi pekat ataupun padat sehingga bayi lebih lama merasa kenyang meskipun hanya mendapat sedikit kolostrum. Dua hingga empat hari setelah melahirkan, kolostrum akan digantikan dengan ASI transisi

ASI transisi
ASI transisi menggantikan kolostrum dalam empat hari setelah persalinan. ASI transisi mengandung lemak yang tinggi, laktosa, vitamin, dan lebih banyak kalori dibandingkan dengan kolostrum. ASI transisi berlangsung sekitar dua minggu dan pada saat ini payudara Anda akan menjadi lebih besar, lebih kencang, dan dapat membuat tidak nyaman atau bahkan terasa sakit. Menyusui secara teratur dan membantu bayi Anda menyusu dengan baik dapat meredakan rasa tidak nyaman pada payudara Anda di masa ini.

ASI matur
ASI matur muncul setelah ASI transisi dan mulai muncul sekitar akhir dari minggu kedua setelah persalinan. ASI matur lebih cair dan mengandung lebih banyak air dibanding ASI transisi. ASI matur mengandung 90 persen air dan 10 persen karbohidrat, protein, dan lemak yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan energi. Terdapat dua tipe dari ASI matur: foremilk dan hindmilk. Foremilk terjadi pada awal sesi menyusui dan mengandung air, vitamin, dan protein. Hindmilk terjadi pada akhir sesi menyusui saat payudara hampir kosong dan mengandung kadar lemak yang lebih tinggi.

Foremilk dan hindmilk keduanya sama-sama penting untuk bayi. Bayi harus mendapatkan kedua jenis ASI tersebut dengan seimbang. Karena seperti itu sebaiknya sebelum payudara kosong ibu tidak mengubah posisi menyusui atau memindahkan bayi untuk menyusu ke payudara yang lainnya. Ketika menyusui sebaiknya susui bayi hingga bayi merasa puas dan melepaskan sendiri. Akan tetapi, jika bayi melepaskan puting dari mulutnya, namun ia terlihat belum puas, sebaiknya sendawakan terlebih dahulu dan berikan kembali ASI pada payudara yang sama.

Indikator seimbangnya foremilk dan hindmilk bisa dilihat dari peningkatan berat badan yang baik. Selain itu, bisa juga dilihat dari warna feses bayi. Bayi sudah mendapatkan foremilk dan hindmilk seimbang apabila warna fesesnya menjadi keemasan.

Tahap ASI matur berlangsung hingga Anda menyapih anak Anda. Namun demikian, seiring dengan pertumbuhan anak Anda dan dia mulai memakan makanan padat atau MPASI, kandungan nutrisi dan ketersedian ASI Anda akan berubah.

Itulah 3 jenis ASI yang berbeda untuk bayi. ASI memiliki banyak manfaat untuk bayi di samping mencukupi kebutuhan nutrisi dan gizi hariannya. Oleh karena itu, berikan ASI eksklusif pada bayi hingga usia yang ditentukan, yakni 6 bulan awal kehidupannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by wp-copyrightpro.com