Jadwal Imunisasi 2014

Jadwal Imunisasi Tahun 2014 Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)

Agar buah hati Anda memiliki pertahanan tubuh yang kuat dan mampu melawan infeksi, pastikan ia mendapat imunisasi secara lengkap. Tujuan imunisasi adalah mempertinggi daya tahan tubuh agar anak Anda agar tidak terkena penyakit.

Tabel berikut adalah jenis imunisasi yang dianjurkan pada masa bayi sampai kanak-kanak serta keterangan masing-masing vaksin.

2014-03-03-11_49_07-jadwal-imunisasi

Vaksinasi Gratis di Posyandu. Jadwal imunisasi ini mengikuti aturan UCI (Universal Child Immunization) – yang tujuannya mengejar cakupan imunisasi sesegera mungkin, 5 vaksin (dasar) sebelum anak berusia 1 tahun.

  1. Hepatitis B: diberikan saat lahir (dg uniject), umur 2, 3, 4 bulan (bersamaan dengan DTP Combo), harus diberikan dalam 12 jam pertama. Aman diberikan pada semua bayi di atas 1.500 gram. (dulu batasnya berat lahir 2.000 gram).
  2. Polio oral: diberikan saat lahir (pulang dari Rumah Sakit), umur 2,3,4 bulan
  3. BCG: diberikan saat usia 1 bulan
  4. DTP Combo Hepatitis B: diberikan umur 2, 3, 4 bulan
  5. Campak: diberikan pada usia 9 bulan

Di bawah ini vaksin-vaksin yang belum disubsidi pemerintah namun sifatnya wajib.

  1. HIB (Hemophyllus influenza tipe B)  Diberikan pada 2, 4, 6, 15-18 bulan (total 4 kali vaksinasi). Mencegah radang paru (pneumonia), radang telinga tengah (otitis media) yang berisiko tuli konduksi pada anak, epiglotitis, radang selaput otak (meningitis) yang bila berkomplikasi menjadi ensefalitis (radang otak) menyebabkan kematian/cacat otak. Contoh merek vaksin: Hiberix
  2. PCV (Pneumokokus). Diberikan pada usia 2, 4, 6, 12-15 bulan (total 4 kali pemberian vaksinasi). Spektrum penyakit yang bisa dicegah sama dengan HIB (meningitis, pneumonia) ditambah mencegah bakteremia/sepsis (yaitu infeksi berat bakteri dalam darah).
  3. Rotavirus Mencegah spektrum penyakit karena virus rota berupa diare rotavirus, meningitis dan miokarditis karena rotavirus. Efektif diberikan sedini mungkin, namun tidak efektif pada anak di atas usia 1 tahun. Mencegah diare pada usia balita. Diberikan pada usia 2 bulan dan 4 bulan (rotarix – Glaxo), atau 2,4,6 bulan (rotate – MSD)
  4. Influenza Mencegah spectrum influenza pada bayi dan anak, dan mengurangi frekuensi dan beratnya common cold (selesma) yang disebabkan rhinovirus. Diberikan mulai umur 6 bulan sampai usia dewasa, satu kali setahun
  5. MMR Mencegah Measles (campak), Mumps (gondongan/parotitis/bof), Rubella (campak Jerman). Diberikan pada usia 15 bulan dan 5-6 tahun (total 2 kali pemberian). Tidak terbukti menyebabkan anak autis.
  6. Tifoid. Mencegah demam tifoid, diberikan mulai anak berusia 2 tahun, diulang setiap 3 tahun
  7. Hepatitis A Mencegah hepatitis A akut. Diberikan mulai usia 2 tahun, diberikan 2 kali, dengan interval 6-12 bulan (jarak vaksin berikutnya).
  8. Varisela – Memberikan perlindungan seumur hidup terhadap virus varisela zoster (termasuk mencegah Herpes Zoster) dengan 1 kali pemberian vaksin mulai anak usia 1 tahun.
  9. HPV (Human Papilloma Virus) – hanya pada perempuan mulai usia 10 tahun ke atas. Mencegah kanker cervix (kanker leher rahim). Diberikan 3 kali dengan interval 1 bulan, dan 6 bulan.

IDAI juga merekomendasikan booster vaksin agar kadar immunoglobulin tetap berada pada level protektif.

  1. Polio perlu ulangan pada 18-24 bulan dan 6 tahun
  2. DTP perlu diulang pada 18-24 bulan, 5 tahun, 10 tahun (Td) dan 18 tahun (Td)
  3. Campak diulang pada umur 24 bulan, 6 tahun. Jika anak sudah mendapat vaksin MMR pada usia 15 bulan, campak 24 bulan tak usah diberikan

Referensi dr. Olieve Indri Leksmana